Minggu, 10 Mei 2026

Terbit : Jum, 01 Mei 2026

Memahami Hakikat Penciptaan Manusia

Oleh : Muhamad Toshio khutbah Jum'at
Memahami Hakikat Penciptaan Manusia

Pemateri : Ustadz Agus Fadilla, S.H, M.Ag.

Khutbah ini mengajak jamaah untuk merenungkan kembali tujuan fundamental keberadaan manusia di muka bumi. Khotib menekankan bahwa hidup bukanlah sebuah kebetulan tanpa arah, melainkan sebuah amanah besar yang akan dimintai pertanggungjawaban.

​Berikut adalah rangkuman poin-poin utamanya:

​1. Mengingat Asal Muasal Penciptaan

​Dari Tiada Menjadi Ada: Merujuk pada Surah Al-Insan ayat 1-2, manusia diingatkan bahwa dahulu ia bukanlah sesuatu yang disebut-sebut. Allah Ta’ala menciptakan manusia dari setetes air yang bercampur untuk mengujinya.​

Makhluk Sempurna: Karunia pendengaran dan penglihatan diberikan agar manusia mampu mengenali tanda-tanda kekuasaan Sang Pencipta dan menjalankan peran hidupnya dengan baik.​

2. Tujuan Hidup Bukanlah Kesia-siaan​

Bukan Main-Main: Allah Ta’ala menegaskan dalam Surah Al-Mu’minun ayat 115 bahwa penciptaan manusia tidaklah dilakukan secara sia-sia (‘abathan). Setiap jiwa akan dikembalikan kepada-Nya.​

Orientasi Ibadah: Berdasarkan Surah Az-Zariyat ayat 56, misi tunggal jin dan manusia adalah untuk beribadah (tunduk dan menyerahkan diri) kepada Allah Ta’ala.​

3. Ibadah dalam Dimensi Luas

​Khotib menekankan bahwa ibadah tidak terbatas pada rukun Islam semata, melainkan mencakup seluruh aspek kehidupan:​

Integritas Profesional: Kejujuran dalam perniagaan dan perdagangan.​

Keadilan Kepemimpinan: Menjalankan kekuasaan dengan adil dan penuh tanggung jawab.​

Aktivitas Duniawi: Menjadikan semua kegiatan harian sebagai ibadah dengan cara meniatkannya semata-mata untuk mencari keridhaan Allah Ta’ala.​

4. Dunia sebagai Sarana, Bukan Tujuan

​Prinsip Orang Berakal (Al-Aqil): Orang yang bijak adalah yang mampu membedakan antara sarana dan tujuan. Dunia dan segala isinya (harta, ilmu, jabatan) hanyalah sarana (alat) untuk mempermudah ibadah, bukan tujuan akhir.​

Pertanggungjawaban Karunia: Setiap nikmat yang dititipkan akan ditanya di hari kiamat. Ilmu harus diamalkan, harta harus digunakan di jalan yang benar, dan kekuasaan harus dipakai untuk kemaslahatan.

​5. Bahaya Mengikuti Hawa Nafsu

​Muhasabah Diri: Khotib memperingatkan agar manusia tidak menjadikan hawa nafsu sebagai “tuhannya”. Orang yang hanya mengejar keinginan pribadi tanpa panduan syariat akan tertutup mata hatinya.​

Peringatan bagi yang Lalai: Merujuk pada Surah Al-A’raf, mereka yang memiliki hati, mata, dan telinga namun tidak menggunakannya untuk memahami ayat-ayat Allah Ta’ala disamakan seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat.

​6. Optimasi Hari Jumat​

Sayyidul Ayyam: Memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam.​

Waktu Mustajab: Mengoptimalkan waktu antara ashar hingga maghrib untuk bermunajat dan memohon ketetapan hati (istiqamah).​

Penutup:

Mari kita jadikan sisa umur ini sebagai persembahan terbaik bagi Allah Ta’ala. Gunakanlah segala potensi, profesi, dan materi yang kita miliki saat ini sebagai jembatan untuk meraih kemuliaan di akhirat kelak.

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masjid Urwah Al-Bariqi Cimandala
Galleria Vivo Mall Lt. UG Jl. Raya Jakarta-Bogor No.Km. 50, Cimandala, Kec. Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16710
  • Donasi untuk masjid dapat disalurkan ke Rekening BSI 8222822387 a.n KPMI Korwil Bogor