Minggu, 10 Mei 2026

Terbit : Jum, 10 April 2026

Sumber Ketenangan Seorang Muslim

Oleh : Muhamad Toshio Umum
Sumber Ketenangan Seorang Muslim

Pemateri : Ustadz Baharudin Yusuf, Lc.

Khutbah ini mengajak jamaah untuk mengevaluasi kembali sumber kebahagiaan mereka. Khotib menekankan bahwa kebahagiaan hakiki bukan terletak pada aspek material seperti harta atau jabatan, melainkan pada stabilitas hati yang terpaut kepada Sang Pencipta.

Berikut adalah rangkuman poin-poin utamanya:

1. Kekeliruan dalam Mencari KetenanganHarta dan Jabatan: Banyak manusia terjebak mencari ketenangan pada kekayaan dan kekuasaan. Padahal, tanpa keterikatan dengan Allah Ta’ala, hal-hal tersebut tidak akan mampu memberikan kedamaian jiwa yang abadi.

Metode yang Salah: Kegelisahan hidup sering kali bukan karena ketenangan itu tidak ada, melainkan karena manusia mencarinya dengan cara yang salah dan menjauh dari sumber aslinya.

2. Dzikrullah: Obat Penawar HatiKunci Stabilitas: Sesuai dengan Surah Ar-Ra’d ayat 28: “Ala biddikrillahi tatmainnul qulub” (Ketahuilah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang). Dzikir adalah koneksi utama yang membuat hati mampu menerima takdir Allah Ta’ala.

Perumpamaan Rumah: Khotib mengibaratkan hati sebagai sebuah rumah. Jika rumah tidak dirawat dan dijaga (dengan dzikir), maka pencuri, hama, dan perusak (kecemasan, kegundahan, keletihan) akan sangat mudah masuk dan merusak isinya.

3. Janji Allah: Bebas dari Rasa Takut dan SedihAllah Ta’ala menjanjikan kepada orang beriman dan beramal saleh bahwa: “Fala khaufun ‘alaihim walahum yahzanun” (Tidak ada rasa takut bagi mereka dan tidak pula mereka bersedih).

Khauf (Takut): Tidak merasa takut terhadap rencana masa depan, risiko, maupun bahaya karena bersandar pada tali Allah Ta’ala.

Huzn (Sedih): Tidak terlarut dalam kesedihan atas kegagalan masa lalu atau kenyataan pahit yang berada di luar ekspektasi.

4. Ancaman Berpaling dari Peringatan Allah Ta’alaKehidupan yang Sempit: Merujuk pada Surah Thaha ayat 124, barangsiapa yang berpaling dari dzikir (Al-Qur’an dan syariat), maka Allah Ta’ala akan menjadikan kehidupannya sempit di dunia dan dikumpulkan dalam keadaan buta di hari kiamat.

Kelalaian yang Berakibat Fatal: Keadaan buta di akhirat adalah balasan bagi mereka yang “melupakan” ayat-ayat Allah Ta’ala saat di dunia.

5. Pilar Ketenangan: Tawakkal, Sabar, dan SyukurTawakkal Sejati: Bersandar sepenuhnya kepada Allah Ta’ala setelah memiliki azam (tekad). Barangsiapa bertawakkal, maka Allah Ta’ala akan mencukupinya (Surah At-Talaq: 3).

Karakter Mukmin: Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda bahwa urusan mukmin itu menakjubkan: jika mendapat nikmat ia bersyukur, jika mendapat kesulitan ia bersabar. Keduanya adalah sumber ketenangan.

Orientasi Akhirat: Ketenangan muncul saat seseorang menyadari dunia hanya sementara. Ia tidak berekspektasi berlebihan pada dunia dan fokus mempersiapkan kehidupan abadi di akhirat.

Penutup:

Sumber kebahagiaan seorang Muslim adalah hati yang selalu terhubung dengan Allah Ta’ala dalam setiap pikiran dan perbuatan. Mari kita kuatkan koneksi ini agar Allah Ta’ala memberikan ketenangan hidup bagi kita dan keluarga, serta mewafatkan kita dalam keadaan taat.

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masjid Urwah Al-Bariqi Cimandala
Galleria Vivo Mall Lt. UG Jl. Raya Jakarta-Bogor No.Km. 50, Cimandala, Kec. Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16710
  • Donasi untuk masjid dapat disalurkan ke Rekening BSI 8222822387 a.n KPMI Korwil Bogor