Minggu, 10 Mei 2026

Terbit : Jum, 03 April 2026

Dua Nikmat Yang Sering Dilalaikan

Oleh : Muhamad Toshio khutbah Jum'at
Dua Nikmat Yang Sering Dilalaikan

Pemateri : Ustadz Rio Turnadi, M.Sc.

Khutbah ini mengajak jamaah untuk merenungkan kembali berbagai nikmat yang sering kali dianggap remeh, namun merupakan modal utama dalam beribadah kepada Allah Ta’ala. Khotib menekankan bahwa setiap nikmat akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak.

Berikut adalah rangkuman poin-poin utamanya:

1. Syukur atas Nikmat yang Tampak dan Tersembunyi 

* Janji Tambahan Nikmat: Merujuk pada Surah Ibrahim ayat 7, Allah Ta’ala berjanji akan menambah nikmat bagi hamba-Nya yang bersyukur, namun memberikan azab yang pedih bagi mereka yang kufur. 

* Nikmat Keamanan: Khotib mencontohkan nikmat hidup di lingkungan yang aman (jauh dari peperangan atau konflik) sebagai bentuk karunia besar yang sering terlupakan, yang seharusnya memicu semangat untuk lebih ikhlas beribadah.

2. Dua Nikmat yang Sering Melalaikan (Maghbub) 

* Terpedaya oleh Kesempatan: Mengutip hadits Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam: “Dua nikmat yang banyak manusia tertipu (merugi) di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.” 

* Fenomena “Maghbub”: Istilah Maghbub merujuk pada orang yang memiliki kesehatan fisik dan waktu, namun tidak memanfaatkannya secara maksimal untuk ketaatan, sehingga ia menjadi orang yang merugi dalam “perniagaan” akhiratnya.

3. Prinsip “Lima Sebelum Lima” 

* Investasi Umur: Khotib mengingatkan hadits masyhur tentang memanfaatkan lima perkara sebelum datangnya lima perkara lainnya:   1. Masa muda sebelum masa tua; 2. Sehat sebelum sakit; 3. Kaya sebelum miskin; 4. Waktu luang sebelum waktu sempit; 5. Hidup sebelum mati. * Pertanggungjawaban Akhirat: Sesuai dengan Surah At-Takathur ayat 8, Allah Ta’ala berfirman: “Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).”

4. Produktivitas dan Meninggalkan Hal Sia-Sia 

* Kontinuitas Amal: Merujuk pada Surah Ash-Sharh ayat 7, seorang Muslim diajarkan untuk tetap produktif. Jika telah selesai dari satu urusan, maka segera tegak (bersungguh-sungguh) mengerjakan urusan yang lain. Tidak ada waktu yang terbuang sia-sia bagi seorang mukmin. * Standar Kebaikan Islam: Mengutip hadist Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam: “Di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.”

5. Hakikat Kerugian Manusia (Surah Al-Asr) 

* Sumpah Demi Waktu: Khotib menutup dengan pesan dari Surah Al-Asr bahwa seluruh manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang: * Beriman kepada Allah Ta’ala; * Beramal saleh (produktif dengan ilmunya); * Saling menasihati dalam kebenaran; * Saling menasihati dalam kesabaran.

Penutup:

Waktu adalah modal yang tidak akan pernah kembali. Mari kita gunakan kesehatan dan kesempatan yang Allah Ta’ala berikan saat ini untuk memperbanyak amal saleh dan meninggalkan segala hal yang tidak bermanfaat, agar kita tidak termasuk golongan orang-orang yang merugi (maghbun).

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masjid Urwah Al-Bariqi Cimandala
Galleria Vivo Mall Lt. UG Jl. Raya Jakarta-Bogor No.Km. 50, Cimandala, Kec. Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16710
  • Donasi untuk masjid dapat disalurkan ke Rekening BSI 8222822387 a.n KPMI Korwil Bogor