Jumat, 26 Juni 2026

Terbit : Jum, 26 Juni 2026

Bangga Dengan Identitas Islam

Oleh : Muhamad Toshio khutbah Jum'at
Bangga Dengan Identitas Islam

Pemateri: Ustadz Agus Fadilla, S.H., M.Ag.

Khutbah ini memberikan penekanan mendalam pada pentingnya menyadari, mensyukuri, dan menjaga identitas hakiki seorang hamba, yaitu sebagai seorang muslim. Di tengah kehidupan modern di mana banyak orang sibuk mencari pengakuan duniawi melalui media sosial, jabatan, atau status sosial, khotib mengingatkan bahwa seluruh atribut dunia tersebut bersifat fana, sedangkan kemuliaan sejati hanya terletak pada Islam.

Berikut adalah rangkuman poin-poin utamanya: 

1. Islam sebagai Nikmat dan Identitas Terbesar 

* Karunia yang Sempurna: Merujuk pada Surah Al-Maidah ayat 3, Allah Ta’ala telah menyempurnakan agama Islam dan mencukupkan nikmat-Nya bagi umat ini. Tafsir Ibnu Katsir menegaskan bahwa Islam adalah nikmat terbesar, sehingga kaum muslimin tidak perlu mencari identitas lain untuk dibanggakan. 

* Sumber Kemuliaan Sejati: Khotib mengutip perkataan Khalifah Umar bin Khattab radhiyallahu anhu bahwa dahulu bangsa Arab adalah kaum yang hina lalu Allah Ta’ala muliakan dengan Islam. Kapan saja manusia mencari kemuliaan dari selain Islam, niscaya Allah Ta’ala akan menghinakannya. 

2. Tantangan Keterasingan di Zaman Modern 

* Motivasi bagi yang Minder: Khotib menyayangkan adanya fenomena di mana sebagian muslim merasa malu menunjukkan identitasnya, seperti malu mengucapkan salam, enggan berpakaian syar’i, atau malu mendirikan salat tepat waktu di tempat kerja. 

* Kabar Gembira bagi yang Asing: Mengutip hadis riwayat Muslim, Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali menjadi asing. Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda, “Maka beruntunglah orang-orang yang asing (Ghuraba).” Mereka adalah pribadi yang tetap konsisten memperbaiki diri dan menghidupkan sunnah di saat manusia lain telah rusak. 

3. Tiga Amalan Utama Menjaga Kebanggaan terhadap Islam

Untuk mempertahankan identitas keislaman, khotib merinci tiga perkara praktis yang harus diupayakan: 

* Mempelajari Hakikat Islam: Tidak sekadar menjadikan Islam sebagai status formal, tetapi terus menuntut ilmu untuk memahami rukun Islam, rukun iman, serta syariatnya secara mendalam. 

* Mengamalkan Ajaran Islam: Merefleksikan ilmu yang telah dipelajari ke dalam amal nyata, seperti menjaga salat berjamaah, menunjukkan kejujuran dalam bekerja dan berniaga, serta menjaga lisan. 

* Mendakwahkan Islam: Memiliki keberanian untuk menyebarkan kebaikan dan nilai-nilai Islam sebagai rahmatan lil alamin kepada keluarga, kerabat, dan tetangga. Sesuai Surah Fussilat ayat 33, perkataan terbaik adalah perkataan orang yang menyeru kepada Allah Ta’ala dan bangga mengakui dirinya sebagai muslim.

Penutup:

Khutbah diakhiri dengan doa bersandarkan Surah Yusuf ayat 101, memohon agar Allah Ta’ala mematikan kita dalam keadaan muslim dan mengumpulkan kita bersama orang-orang saleh. Jamaah juga diingatkan untuk memanfaatkan waktu mustajab di hari Jumat—khususnya ba’da Ashar hingga Maghrib—untuk memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam dan bermunajat kepada Allah Ta’ala.

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masjid Urwah Al-Bariqi Cimandala
Galleria Vivo Mall Lt. UG Jl. Raya Jakarta-Bogor No.Km. 50, Cimandala, Kec. Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16710
  • Donasi untuk masjid dapat disalurkan ke Rekening BSI 7355994389 a.n Masjid Urwah Al-Bariqi