Jumat, 14 Agustus 2026

Terbit : Jum, 14 Agustus 2026

Kaya Dan Miskin, Sehat Dan Sakit, Sama-Sama Ujian

Oleh : Muhamad Toshio khutbah Jum'at
Kaya Dan Miskin, Sehat Dan Sakit, Sama-Sama Ujian

Pemateri : Ustadz Daday Hidayat, Lc.

Khutbah ini memberikan penekanan mendalam pada hakikat bahwa setiap manusia di muka bumi ini sedang menghadapi ujiannya masing-masing. Khotib mengingatkan jamaah bahwa kekayaan, kemiskinan, kesehatan, maupun sakit bukanlah tolok ukur kemuliaan, melainkan bentuk ujian yang berbeda dari Allah Ta’ala yang semuanya akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak.


Berikut adalah rangkuman poin-poin utamanya:

Realitas Ujian Hidup bagi Setiap Manusia


Seluruh Kondisi adalah Ujian: Merujuk pada Surah Al-Anbiya ayat 35, Allah Ta’ala menegaskan bahwa manusia diuji dengan keburukan maupun kebaikan sebagai fitnah di dunia, dan semuanya pada akhirnya akan kembali kepada-Nya.


Ujian Orang Kaya: Kekayaan dan kesuksesan hakikatnya hanyalah pinjaman dari Allah Ta’ala (Surah Al-Hadid: 7). Ujian bagi orang kaya adalah bersyukur, berhati-hati dalam mencari sumber harta, serta membelanjakannya di jalan kebaikan.


Ujian Orang Miskin: Kesempitan rezeki dan kekurangan materi adalah ujian kesabaran (Surah Al-Baqarah: 155). Sabar di sini bermakna tetap berikhtiar secara halal dan menahan diri dari jalan pintas yang haram seperti pencurian, penipuan, maupun riba.


Ujian Orang Sehat: Mengutip hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam, kesehatan dan waktu luang adalah dua nikmat yang sering memperdaya manusia (maghbun). Orang sehat diuji untuk memanfaatkan usia dan raganya dalam amal saleh, salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan menebar manfaat melalui ilmu.


Ujian Orang Sakit: Penderitaan sakit merupakan sarana penggugur dosa. Segala rasa lelah, kesedihan, kegundahan, bahkan tusukan duri kecil sekalipun menjadi penghapus kesalahan bagi seorang mukmin yang bersabar.


Sikap Seimbang (Wasathiyah) dalam Menghadapi Takdir


Empat Ketetapan Takdir: Setiap manusia telah ditetapkan empat perkaranya sejak usia empat bulan di dalam kandungan, yaitu rezeki, ajal, amal perbuatan, serta nasib bahagia atau sengsaranya.


Sikap Hidup Seorang Mukmin: Berdasarkan Surah Al-Hadid ayat 23, sikap pertengahan yang ideal adalah tidak berputus asa atau terpuruk saat kehilangan sesuatu, dan tidak bersikap sombong atau berbangga diri secara berlebihan saat mendapatkan kesuksesan.


Empat Pertanyaan di Mahkamah Akhirat
Di akhirat kelak
, kaki seorang hamba tidak akan bergeser dari pengadilan Allah Ta’ala hingga ia mampu mempertanggungjawabkan empat perkara:


Umur: Untuk apa seluruh jatah usianya dihabiskan.


Raga dan Kesehatan: Untuk apa kekuatan fisiknya dipergunakan.


Ilmu: Bagaimana ilmu tersebut diamalkan dan dikontribusikan bagi kemaslahatan umat.


Harta: Dari mana asal muasal harta itu diperoleh dan ke mana harta tersebut dibelanjakan.

Penutup:


Setiap kondisi hidup memiliki pintu ibadahnya masing-masing. Mari kita sikapi setiap ketetapan Allah Ta’ala dengan syukur dan sabar, serta membimbing diri dan keluarga kita untuk mempersiapkan bekal terbaik demi menghadapi persidangan akhirat kelak.

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masjid Urwah Al-Bariqi Cimandala
Galleria Vivo Mall Lt. UG Jl. Raya Jakarta-Bogor No.Km. 50, Cimandala, Kec. Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16710
  • Donasi untuk masjid dapat disalurkan ke Rekening BSI 7355994389 a.n Masjid Urwah Al-Bariqi