Sabtu, 13 Juni 2026

Terbit : Jum, 22 Mei 2026

Meraih Amalan Utama di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Oleh : Muhamad Toshio Umum
Meraih Amalan Utama di 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Pemateri : Ustadz Fahmi Rizky Ramadhoni, Lc., M.Pd.

Khutbah ini memberikan penekanan mendalam pada pentingnya memanfaatkan musim kebaikan yang sering kali luput dari perhatian kebanyakan kaum muslimin, yaitu 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah. Khotib mengajak jamaah untuk tidak menganakberisikan bulan mulia ini dan mengisinya dengan kesungguhan bertakarub kepada Allah Ta’ala.

Berikut adalah rangkuman poin-poin utamanya:

1. Takwa sebagai Kunci Solusi dan Rezeki

Janji Allah Ta’ala: Merujuk pada Surah At-Talaq ayat 2-3, ketakwaan adalah jalan keluar sejati dari segala bentuk kesulitan—baik dalam pekerjaan, rumah tangga, maupun komunikasi—serta menjadi magnet datangnya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Angin Segar bagi yang Lelah: Bagi hamba yang lelah bekerja atau mulai putus asa dalam mencari nafkah, ketakwaan adalah kunci spiritual yang harus diutamakan.

2. Keutamaan Agung 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Hari-Hari Terbaik di Dunia: Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda: “Hari-hari yang paling utama di dunia adalah 10 hari pertama Dzulhijjah”.

Sumpah Allah Ta’ala: Begitu mulianya waktu ini, Allah Ta’ala sampai bersumpah di dalam Surah Al-Fajr ayat 1-2: “Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh.” Para ulama Salaf (seperti Ibnu Abbas dan Mujahid) sepakat bahwa yang dimaksud adalah 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

Bagian dari Bulan Haram: Sebagai salah satu dari empat bulan yang disucikan, umat Islam sangat ditekankan untuk menjaga diri secara ekstra dari perbuatan dosa dan maksiat di bulan ini.

3. Potret Kesungguhan Para Salafussoleh

Tiga Waktu Utama: Abu Utsman an-Nahdi rahimahullah menceritakan bahwa para ulama terdahulu sangat mengagungkan tiga waktu sepuluh hari: 10 hari terakhir Ramadan, 10 hari pertama Muharram, dan 10 hari pertama Dzulhijjah.

Berlelah-lelah dalam Ibadah: Said bin Jubair rahimahullah menunjukkan keteladanan dengan memperbanyak porsi ibadahnya (baca Al-Qur’an, salat tepat waktu, berbakti kepada orang tua) di awal Dzulhijjah ini hingga hampir-hampir ia berada di batas kemampuan fisiknya.

4. Amalan Utama yang Dianjurkan

Khotib merinci beberapa ladang pahala yang bisa dipraktikkan sepanjang hari-hari mulia ini:

Berpuasa Sembilan Hari: Dianjurkan berpuasa dari tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Khususnya Puasa Arafah (9 Dzulhijjah), memiliki keutamaan luar biasa menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.

Menghidupkan Takbir Mutlak: Memperbanyak tahlil, takbir, dan tahmid di mana saja (saat di perjalanan, bekerja, atau menunggu kendaraan), tidak perlu menunggu malam Idul adha tiba.

Ibadah Qurban sebagai Panggilan Iman: Bagi yang memiliki keluasan rezeki, qurban harus menjadi prioritas. Khotib menyayangkan sikap manusia yang mampu membeli kendaraan atau gadget mahal, namun ragu-ragu dan menunda-nunda saat dipanggil untuk berqurban.

Amal Saleh Lainnya: Memperbanyak sedekah, membaca Al-Qur’an, menjaga salat berjamaah, dan melazimkan taubat.

Penutup:

Kesempatan hidup di bulan Dzulhijjah adalah nikmat yang besar, mengingat banyak orang yang tahun lalu bersama kita, kini telah berada di alam kubur. Mari kita isi hari-hari indah ini dengan kesungguhan beribadah dan hati yang penuh harap, agar Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosa kita dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-Nya yang bertakwa.

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Masjid Urwah Al-Bariqi Cimandala
Galleria Vivo Mall Lt. UG Jl. Raya Jakarta-Bogor No.Km. 50, Cimandala, Kec. Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16710
  • Donasi untuk masjid dapat disalurkan ke Rekening BSI 7355994389 a.n Masjid Urwah Al-Bariqi